Berbagi ke

Senin, 14 Oktober 2013

Rumah Adat Banjar Gajah Baliku

Gajah Baliku adalah salah satu rumah tradisonal suku Banjar (rumah Banjar) di Kalimantan Selatan. Gajah Baliku mirip dengan Rumah Bubungan Tinggi, tetapi pada Bubungan Tinggi ruangan di sisi luar Tawing Halat (dinding tengah) lantainya berjenjang sedangkan pada Gajah Baliku tidak berjenjang karena Bubungan Tinggi untuk bangunan keraton yang bersifat hierarkis. Rumah Gajah Baliku Gajah Baliku pada ruang tersebut tidak memakai atap sengkuap (Atap Sindang Langit) tetapi memakai kuda-kuda dengan atap perisai (Atap Gajah) dengan lantai ruangan datar saja sehingga menghasilkan bentuk bangun ruang yang dinamakan Ambin Sayup. 

Sedangkan pada kedua anjung memakai atap Pisang Sasikat (atap sengkuap). Ciri-ciri rumah Gajah Baliku adalah :
a. Atap jurai, hidung bapicik bentuk muka (maksudnya atap perisai)
b. Ambin terbuka kiri/kanan anjung
c. Atap bubungan tinggi
d. Atap sindang langit tidak ada kecuali pada kedua anjung
e. Panampik Kacil tidak ada, yang ada hanya Panampik Basar


Ciri-ciri lainnya :
Bagian-bagian sama dengan Rumah Bubungan Tinggi, yang berbeda adalah atap yaitu :
1. Atap Bubungan Tingginya sama
2. Atap kedua anjung, atap sindang langit (atap sengkuap)
3. Atap penampok kecil diganti dengan atap jurai dengan muka hidup bapicik atau atap perisai
4. Atap Panampik Padu beratap Jurai

Ruangan
Ruangan yang berturut-turut dari depan ke belakang :
1. Palatar Sambutan
2. Palatar Pamedangan
3. Ambin Sayup
4. Palindangan diapit oleh Anjungan Kanan dan Anjungan Kiwa
5. Padapuran (Padu

Catatan : Meski sudah berusia 202 tahun, rumah tersebut masih terlihat kokoh dan menarik. Didalam rumah tersebut dapat anda lihat interior ukiran khas Banjar. Bahan bangunannya semua dari kayu ulin dengan konstruksi Rumah Ba-anjung Rumah Bumbungan Tinggi dengan konstruksi pokoknya yang terbagi menjadi beberapa bagian. Bangunan yang memanjang lurus kedepan, merupakan Bangunan Induk, bangunan yang menempel pada sisi kanan dan kiri disebut Anjung. Bubungan atap yang Memanjang kebelakang disebut Atap Hambin Awan. Bubungan atap yang memanjang ke depan disebut Atap Sindang Langit sedangkan bubungan atap yang tinggi melancip disebut Bubungan Tinggi. Pada awalnya bentuk bangunan rumah ini hanya digunakan untuk bangunan Istana atau Keraton, namun pada perkembangan selanjutnya banyak masyarakat Banjar yang mendirikan rumah dengan model yang sama. Jika berkunjung kerumah adat Banjar ini anda akan merasa nyaman. Meski cuaca diluar terasa pamas, didalam rumah ini anda akan menemukan kesejukan alami. 

Untuk Keterangan Denah, Skema dan Gambar bisa melihat DISINI

1 komentar:

Fabianus Marcel mengatakan...

alamat rumah nya di mana om?

Posting Komentar

Newer Posts Older Posts